Minggu, 29 Agustus 2010

HIKMAH PUASA

HIKMAH PUASA
DALAM TINJAUAN AGAMA DAN ILMU PENGETAHUAN
(Oleh : Fajar Adi Kusumo)
Manusia merupakan makhluk yang tertinggi derajatnya, oleh karena itu manusia diutus oleh Allah untuk menjadi khalifah di muka bumi. Sebagai makhluk yang tertinggi yang membedakan antara manusia dengan makhluk Allah yang lain adalah manusia dikaruniai oleh Allah dengan akal sedangkan makhluk Allah yang lain tidak. Dengan akalnya ini manusia berusaha sejauh mungkin untuk mengupas rahasia-rahasia alam karena alam semesta ini diciptakan oleh Allah dan tak akan lepas dari tujuannya untuk memenuhi kebutuhan makhluknya. Hal ini ditegaskan oleh Allah di dalam salah satu firman-Nya :
"Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini (langit dan bumi) dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa api neraka"
(QS. Ali Imran : 191)
Ayat inilah yang membuat orang mulai berpikir untuk mencari hikmah dan manfaat yang terkandung dalam setiap perintah maupun larangan Allah diantaranya adalah hikmah yang tersembunyi dari kewajiban menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan yang diperintahkan oleh Allah khusus kepada orang-orang yang beriman. Hal ini seperti disebutkan di dalam firman Allah yaitu :
"Hai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa"
(QS. Al Baqarah : 183)
Sudah barang tentu hikmah puasa tersebut sangat banyak baik untuk kepentingan pribadi maupun untuk kepentingan umat (masyarakat) pada umumnya. Diantara hikmah-hikmah tersebut yang terpenting dan mampu dijangkau oleh akal pikiran manusia sampai saat ini antara lain :
a. Memelihara kesehatan jasmani (Badaniyah)
Sudah menjadi kesepakatan para ahli medis, bahwa hampir semua penyakit bersumber pada makanan dan minuman yang mempengaruhi organ-organ pencernaan di dalam perut. Maka sudah sewajarnyalah jika dengan berpuasa organ-organ pencernaan di dalam perut yang selama ini terus bekerja mencerna dan mengolah makanan untuk sementara diistirahatkan mulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari selama satu bulan.
Dengan berpuasa ini maka ibarat mesin, organ-organ pencernaan tersebut diservis dan dibersihkan, sehingga setelah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan Insya Allah kita menjadi sehat baik secara jasmani maupun secara rohani. Hal ini memang sudah disabdakan oleh Rasulullah SAW dalam salah satu haditsnya yang diriwayatkan oleh Ibnu Suny dan Abu Nu’aim yaitu :
Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda :
"Berpuasalah maka kamu akan sehat"
(HR. Ibnu Suny dan Abu Nu’aim)
Juga dalam hadits yang lain dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda :
"Bagi tiap-tiap sesuatu itu ada pembersihnya dan pembersih badan kasar (jasad) ialah puasa"
(HR. Ibnu Majah)
Dalam penelitian ilmiah, kebenaran hadis ini terbukti antara lain :
1. Fasten Institute (Lembaga Puasa) di Jerman menggunakan puasa untuk menyembuhkan penyakit yang sudah tidak dapat diobati lagi dengan penemuan-penemuan ilmiah dibidang kedokteran. Metode ini juga dikenal dengan istilah "diet" yang berarti menahan / berpantang untuk makanan-makanan tertentu.
2. Dr. Abdul Aziz Ismail dalam bukunya yang berjudul "Al Islam wat Tibbul Hadits" menjelaskan bahwa puasa adalah obat dari bermacam-macam penyakit diantaranya kencing manis (diabetes), darah tinggi, ginjal, dsb.
3. Dr. Alexis Carel seorang dokter internasional dan pernah memperoleh penghargaan nobel dalam bidang kedokteran menegaskan bahwa dengan berpuasa dapat membersihkan pernafasan.
4. Mac Fadon seorang dokter bangsa Amerika sukses mengobati pasiennya dengan anjuran berpuasa setelah gagal menggunakan obat-obat ilmiah.
b. Membersihkan rohani dari sifat-sifat hewani menuju kepada sifat-sifat malaikat
Hal ini ditandai dengan kemampuan orang berpuasa untuk meninggalkan sifat-sifat hewani seperti makan, minum (di siang hari). Mampu menjaga panca indera dari perbuatan-perbuatan maksiat dan memusatkan pikiran dan perasaan untuk berzikir kepada Allah (Zikrullah). Hal ini merupakan manifestasi (perwujudan) dari sifat-sifat malaikat, sebab malaikat merupakan makhluk yang paling dekat dengan Allah, selalu berzikir kepada Allah, selalu bersih, dan doanya selalu diterima.
Dengan demikian maka wajarlah bagi orang yang berpuasa mendapatkan fasilitas dari Allah yaitu dipersamakan dengan malaikat. Hal ini diperkuat oleh sabda Rasulullah dalam salah satu haditsnya yang diriwayatkan oleh Turmudzi yaitu :
"Ada tiga golongan yang tidak ditolak doa mereka yaitu orang yang berpuasa sampai ia berbuka, kepala negara yang adil, dan orang yang teraniaya"(HR. Turmudzi).
Juga dalam hadits lain dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘As, Rasulullah SAW bersabda :
"Sesungguhnya orang yang berpuasa diwaktu ia berbuka tersedia doa yang makbul"
(HR. Ibnu Majah)
Disamping itu hikmah yang terpenting dari berpuasa adalah diampuni dosanya oleh Allah SWT sehingga jiwanya menjadi bersih dan akan dimasukkan ke dalam surga oleh Allah SWT. Hal ini diperkuat dengan hadits Nabi yaitu :
Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah bersabda :
"Barang siapa berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan perhitungannya (mengharapkan keridla’an Allah) maka diampunilah dosa-dosanya.
(HR. Bukhari)
Juga dari hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari yaitu :
Dari Sahl r.a dari Nabi SAW beliau bersabda :
"Sesungguhnya di dalam surga ada sebuah pintu yang disebut dengan Rayyan. Pada hari kiamat orang-orang yang berpuasa akan masuk surga dari pintu itu. Tidak seorangpun masuk dari pintu itu selain mereka. (Mereka) dipanggil : Mana orang yang berpuasa ? Lalu mereka berdiri. Setelah mereka itu masuk, pintu segera dikunci, maka tidak seorangpun lagi yang dapat masuk"
(HR. Bukhari)
Dengan demikian maka dapatlah disimpulkan bahwa berpuasa membawa manfaat yang sangat besar bagi manusia baik sebagai makhluk pribadi maupun makhluk sosial. Sehingga setelah seseorang selesai menjalankan ibadah puasa di Bulan Suci Ramadhan diharapkan ia menjadi bersih dan sehat baik jasmani maupun rohani dan kembali suci bagai bayi yang baru lahir. Amiin.

=CuontIf


=CuontIf

29 Aug 2010 Religion
fungsi countif di Excel 2007 untuk menghitung ada berapa kali “nilai dalam sebuah sel” yang bisa berupa huruf, abjad atau kata muncul dalam rentang sel yang tertentu. Sebagai contoh untuk mempermudah pemahaman anda maka saya berikan 3 contoh kasus, yaitu
    • Seandainya kita mempunyai tabel yang terdiri dari 2 kolom dimana di kolom pertama adalah nama peserta ujian dan di kolom kedua adalah asal kota peserta ujian. Tentunya anda bisa mencari jumlah peserta yang berasal dari kota sejarah sumenep atau kota-kota lainnya dengan menggunakan fungsi countif tersebut.
    • Seandainya anda mempunyai tabel yang terdiri dari 2 kolom yaitu nama peserta ujian dan nilai ujiannya yang berupa grade (A,B,C,D,E,) maka kita bisa mengetahui ada berapa jumlah siswa yang mempunyai nilai mata pelajaran dengan grade A atau yang lainnya dengan menggunakan fungsi countif tersebut.
    • Seandainya anda mempunyai tabel yang terdiri dari 2 kolom yaitu nama peserta ujian dan tinggi badannya maka anda bisa mengetahui ada berapa jumlah siswa yang mempunyai tinggi badan diatas 160 cm
Maka dengan contoh 3 kasus tersebut maka saya akan memberikan sebuah tabel di Excel 2007 yang terdiri dari 4 kolom yaitu nama peserta, asal kota peserta ujian, nilai ujian dan tinggi badan siswa.
Adapun Fungsi Countif Excel 2007 yaitu
=COUNTIF(rentang sel;kriteria) atau =COUNTIF(rentang sel,kriteria)

Keterangan Tambahan

  • Rentang sel adalah daerah sel yang jadi rujukan dalam penentuan kriteria, misalnya B2:B18
  • Kriteria adalah syarat yang harus dipenuhi bisa berupa abjad atau huruf atau kata, misalnya A , 160 atau Sumenep ,selain itu bisa juga ditambah dengan operasi matematika misalnya tidak sama dengan <> , lebih kecil < , lebih besar > , lebih besar sama dengan >= atau lebih kecil sama dengan <=
  • Didalam menuliskan kriteria maka akan diapit oleh tanda “….”
  • Tanda koma (,) atau titik koma(;) antara rentang sel dan kriteria dipakai yaitu saat setting regionalnya default maka pakai koma(,) dan jika sudah dirubah ke Indonesia maka gunakan titik koma(;).
Nah sekarang coba anda hitung dengan menggunakan fungsi countif:
1. Berapa jumlah peserta ujian yang berasal dari sumenep
2. Berapa jumlah peserta ujian yang berasal bukan dari sumenep
3. Berapa jumlah peserta ujian yang berasal dari sampang dan bangkalan
4. Berapa jumlah peserta ujian yang mendapat nilai Grade A
5. Berapa jumlah peserta ujian yang mendapat nilai Grade A dan B
6. Berapa jumlah peserta ujian yang tidak mendapatkan nilai Grade A atau B
7. Berapa jumlah peserta ujian yang tingginya 160 cm
8. Berapa jumlah peserta ujian yang tingginya diatas 160 cm
9. Berapa jumlah peserta ujian yang tingginya dibawah 160 cm
10. Berapa jumlah peserta ujian yang tingginya diatas 162 cm atau dibawah 158 cm
Ok, adapun fungsi countif Excel 2007 untuk menjawab 10 pertanyaan diatas yaitu:
1. =COUNTIF(B2:B18;”Sumenep”)

2. =COUNTIF(B2:B18;”<>Sumenep”)

3. =COUNTIF(B2:B18;”Sampang”)+COUNTIF(B2:B18;”Bangkalan”)
4. =COUNTIF(C2:C18;”A”)

5. =COUNTIF(C2:C18;”A”)+COUNTIF(C2:C18;”B”)

6. =COUNTIF(C2:C18;”<>A”)-COUNTIF(C2:C18;”B”)

7. =COUNTIF(D2:D18;”160″)

8. =COUNTIF(D2:D18;”>160″)

9. =COUNTIF(D2:D18;”<160″)

10. =COUNTIF(D2:D18;”>160″)+COUNTIF(D2:D18;”<158″)